
Tanda Rambu-rambu Lalu-lintas Roboh.......
Menjadikan Tontonan Orang Lewat : "Anak Sekolah aja tahu..........."
Warta Ngawi - Warga Desa Bangunrejo Lor Kecamatan Pitu, Ngawi Tanami jalan dengan Pohon Pisang.(19/12)
“Kami hanya ingin Jalan ini di Bangun dengan Segera. Tidak Janji-janji saja…!” Demikian yel-yel permintaan warga Desa Bangunrejo Lor.
Ditambahkan, “gerakan ini untuk menyentuh hati para Pejabat yang berwenang, Jangan Berebut dan saling lempar tanggungjawab. Entah itu kewajibannya Perhutani atau Pemda Ngawi, yang jelas tiap hari jalan di lalui untuk mengeruk hasil-hasil Hutan. Sedang untuk Perawatan atau pembangunan mana….? Kami rakyat yang selalu di rugikan. Sekali lagi kami hanya butuh bukti bukan janji, yaitu adanya Pembangunan Jalan ini.” Kata korlap yang juga sesepuh Desa Bangunrejo Lor.
Atraksi tanam Pohon Pisang sempat memancetkan para pengendara dan pejalan lain. Malahan di jadikan tontonan warga sekitar dan pejalan yang melewatinya. Sedang dari Polsek Pitu hanya berjaga-jaga. Demo tanam Pohon Pisang tersebut membubarkan diri pukul 10.20 Wib dengan te rtib. (ah).

DESA TAWUN KEC.KASREMAN KAB.NGAWI
KEDUK BEJI MASIH
Meski Dengan Modal Swadaya Dusun
“Meskipun dengan anggaran dana minim, dengan Swadaya Dusun se-Desa Tawun, bersyukur kami masih bisa adakan acara budaya tahunan Keduk Beji Tawun.” Kata Kades Tawun.
Hampir bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, Bersih Desa Tawun Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi atau yang lebih di kenal dengan KEDUK BEJI TAWUN terselenggara dengan Lamcar dan meriah.(14/09/2010).
“Bertekat mengemban amanah Sesepuh terdahulu serta untuk melestarikan Budaya, dengan dana Swadaya murni per-Dusun, yang sebelumnya telah kami adakan Rembuk Desa, untuk membicarakan sumber dana, dan hari pelaksanaan serta Uborampe prosesi KEDUK BEJI TAWUN, alhamdullillah bisa terlaksana.” Kata Kades Tawun Suryo Wirawan,S.Pd.
Sedang menurut Sesepuh Desa Tawun, “Prosesi diawali dengan Gending Tayuban atau Gamelan Tayub berkumandang, Ki Juru silem dengan pakaian khasnya, membawa kendi kecil untuk di taruh dalam TUK atau Sumber air. Sedang yang muda-muda membersihkan Tuk atau Sendang Tawun, dan di ikuti banyak Pemuda yang bersihkan area Sendang sambil KECETAN atau saling memukul tubuh temannya. Untuk selanjutnya di persiapkan Panggang Kambing, Gunungan Dua, untuk Selamatan.”terang sesepuh Tawun.
“KEDUK BEJI TAWUN di adakan setiap tahun sekali, pada hari Selasa Kliwon setelah Panen Raya Desa Tawun, dan menjadi turun-temurun Masyarakat sini.” Tambah Kades Tawun.
Juga tampak hadir melihat lebih dekat, Bupati Ngawi Ir.H.Budi Sulistyono beserta rombongan DISPORA Kab.Ngawi.
Masyarakat Tawun sendiri terlihat sangat kompak dan menyatu, terlihat tampak sukarela datang hadir pada upacara Ritual Slamatan, meskipun tempat tinggalnya ada yang jauh berbukit naik-turun dengan berjalan kaki. (ah)