Kamis, 14 Februari 2013

PERINGATAN HARI PERS NASIONAL A J N Santuni Anak Yatim-Piatu


NGAWI – WN
Di hari peringatan HPN (Hari PERS Nasional) tahun 2013, AJN (Asosiasi Jurnalistik Ngawi) adakan Baksos di Yayasan Bina Insani yang menampung anak-anak Yatim-Piatu beralamat di desa Beran, Ngawi. Baksos AJN yang di pusatkan di Bina Insani kali ini melakukan kegiatan pemberian santunan uang pada anak asuh Yayasan Bina Insani secara simbolis di lakukan oleh Ketua AJN, Totok, Gs., S.sos. Yang juga didampingi Sekretarisnya Agus Setiawan (Honk). Di pihak Bina Insani Bendahara yayasan, Eko Yulianto beserta anak asuhnya menyambut kedatangan rombongan AJN dengan ceria. Yayasan Bina Insani sebenarnya di samping menerima dan menyalurkan Zakat, Infaq, Shodaqoh, Qurban, Aqiqoh, juga mengelola panti asuhan yang saat ini telah mempunyai anak asuh Yatim-Piatu sebanyak 55 anak.
Sedangkan AJN (Asosiasi Jurnalistik Ngawi) berdiri sejak 09 Desember tahun 2011 lalu, melalui ketuanya, Totok Gs., S.sos. berharap dengan kegiatan Bhakti Sosial seperti ini, meski setitik kegiatan yang sederhana sekali, di harapkan mampu menjadi embrio untuk perubahan Ngawi yang lebih baik.
“Kami dari rekan-rekan media yang tergabung dalam AJN (Asosiasi Jurnalistik Ngawi) mencoba berbagi rasa pada anak-anak  yatim-piatu yang menjadi asuhan yayasan ini. Semoga sumbang sih dari kami bisa berguna dan bermanfaat bagi yayasan,” terang Totok pada Eko Yulianto, bendahara Yayasan saat penyerahan.
“Insya’allah…., Tuhan selalu melimpahkan rahmatnya pada pelaku media yang tergabung dalam AJN. Semoga dengan sodaqoh ini, bisa bermanfaat di dunia dan menjadikan tabungan untuk akhirat nanti,” ungkap Eko, Bendahara Yayasan Bina Insani.
Dan jelang sore hari itu juga, rombongan AJN berpamitan berterima kasih atas tempat dan waktunya selanjutnya kamipun di antar sampai pintu gerbang Yayasan. Sampai Jumpa….. (ADV/ as)

Minggu, 06 Januari 2013

                              Aksi Demo di depan Pengadilan Ngawi, memperingati Hari Anti Korupsi

PENTOLAN TEATER NGAWI PENTAS MONOLOG


NGAWI- W N
Pentolan Teater Ngawi H. Mh. Iskan mementaskan Monolog LORONG. Meski terbatas area untuk sebuah pementasan Monolog, di Gedung PKK Kab. Ngawi,
cukup menyedot animo penonton yang kebanyakan pelajar. Di awali bercerita seorang laki-laki pensiunan yang tak mau berhenti bekerja, untuk memutuskan mencari pekerjaan kemana-mana. Tak peduli tentangan keluarga begitu besar. Kerja adalah kehidupan. Ia tak mau mati dalam kehidupannya yang sepi.
Naskah ini ditulis sebagai pengalaman kehidupannya dalam sehari-hari oleh penulisnya, jadi terlihat sekali dalam penjiwaan menguasai peran ini, kata Arif TB salah satu penonton yang kebetulan berdekatan dengan awak media Warta Ngawi.
H. Mh. Iskan sendiri saat dikonfirmasi terkait tersebut juga menjelaskan, konsepnya sederhana sekali. Saya tulis sepenggal coretan-coretan dalam kehidupan sehari-hari, dan saat itu juga saya siap pentas begitu saja, dan hasilnya terlihat yang saudara lihat malam itu, yang jelas Hidup adalah kerja…..!! terang Mbah Is panggilan akrap sehari-harinya. Bila ingin detailnya ya nonton serta ikuti pemetasannya, katanya.
H. Mh. Iskan yang asli kelahiran Ngawi 70 tahun lalu, pernah sekolah di SSRI-ASRI Yogyakarta, sewaktu masih muda pernah main drama bersama Putu Wijaya di Teater Mandiri Jakarta, dengan hanya berbekal keahlian melukis dan Teater. Predikat yang pernah disandang cukup banyak, sebagai Dramawan, dia banyak menyutradarai pentas teater di kelompoknya ‘Teater Persada’ Ngawi yang pernah juga menyandang juara Lomba Drama se-jatim tahun 1978 dan 1983. Predikat sutradara terbaik selalu diraihnya. Sebagai penyair, juga menulis puisi bersama komunitasnya seperti M. Har Hariyadi, Agus Honk, Aming Aminoedhin, Tjahyono Widarmanto dan Tjahyono Widiyanto dengan menerbitkan kumpulan puisi bertajuk, Tanah Kapur. Juga sebagai pelukis yang jebolan Sanggar Bambu tahun 1959 Yogyakarta, dan lukisannya sudah dipamerkan di berbagai kota, dengan BKKBN Kabupaten Ngawi dan Dinas Kesehatan juga KPU Ngawi pernah bekerjasama membuat film penerangan.   (as)